Layanan daring ini diperuntukkan untuk mendukung proses pembimbingan akademik dari dosen: <nama_dosen>

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk di dunia pendidikan. Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi ini selanjutnya dikenal dengan istilah e-learning/pembelajaran elektronik/pembelajaran daring. Menurut (2013), e-learning didefinisikan sebagai pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan Michael sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran. Definisi lainnya ialah proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010); serta sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).

Sistem pembelajaran ini memiliki beberapa karakteristik (Nursalam, 2008): 1) Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; 2) Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks); 3) Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja; dan 4) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Demikian juga perkembangan teknologi ini dimanfaatkan oleh Universitas Sam Ratulangi dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) telah melaksanakan beberapa program sebagai landasan dalam pelaksanaan e-learning, yaitu penyusunan kerangka modul dan penyusunan modul e-learning.  

Kebijakan Ditbelmawa tentang pengembangan pembelajaran dinyatakan sebagai berikut ini. Saat ini perguruan tinggi dihadapkan pada era industri 4.0 dimana metode pembelajaran yang digunakan diharapkan merupakan kombinasi pembelajaran konvensional berbasis kelas dan pembelajaran daring (online) yang menggunakan teknologi informasi, yang dikenal dengan pembelajaran bauran (blended learning) atau (hybrid learning). Penggunaan pembelajaran bauran sangat sesuai dengan gaya belajar generasi millennia dan generasi-z, dan memberikan kesempatan pada mahasiswa memanfaatkan penggunaan teknologi informasi untuk melakukan penelusuran informasi yang berbasis big data. Penggunaan pembelajaran bauran bagi mahasiswa akan memperkuat literasi digital dan literasi teknologi, tentu hal ini sangat sesuai dengan tuntutan kemampuan di era industri 4.0. Pembelajaran bauran (blended learning) adalah salah satu metoda pembelajaran yang memadukan secara harmonis antara keunggulan-keunggulan pembelajaran tatap muka (offline) dengan keunggulan-keunggulan pembelajaran daring (online) dalam rangka mencapai capaian pembelajaran lulusan (tim KPT KemenristekDikti, 2018).


Luaran kegiatan: peserta mampu merancang dan melaksanakan blended-learning berbasis SCL

Salah satu jenis bahan ajar ialah buku ajar. Buku ajar ialah bahan ajar yang ditulis oleh dosen sebagai pegangan mahasiswa untuk belajar suatu mata kuliah dan sudah diterbitkan. Buku ajar, di samping sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah seorang dosen sebagai peneliti, pengabdi kepada masyarakat, serta pendidik juga merupakan bentuk disimilasi ilmiah untuk suatu bidang ilmu.

Sebagai salah satu jenis bahan ajar, buku ajar memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses pembelajaran karena dapat menjadi sumber referensi dan materi pengayaan suatu mata kuliah. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran mandiri sebagai wujud pelaksanaan pembelajaran SCL akan dapat terlaksana dengan baik.

Dengan demikian, harapan bahwa setiap dosen dapat mengembangkan bahan ajarnya, baik berupa modul pembelajaran, modul e-learning, diktat, penuntun praktikum dapat ditingkatkan menjadi buku ajar serta diterbitkan oleh satu penerbit. Kendala yang dihadapi pada saat ini ialah pembiayaan dalam penyusunan dan penerbitannya. Oleh karena itu hibah penyusunan buku ajar penting untuk disediakan.


Kebijakan Ditbelmawa tentang pengembangan pembelajaran dinyatakan sebagai berikut ini. Saat ini perguruan tinggi dihadapkan pada era industri 4.0 dimana metode pembelajaran yang digunakan diharapkan merupakan kombinasi pembelajaran konvensional berbasis kelas dan pembelajaran daring (online) yang menggunakan teknologi informasi, yang dikenal dengan pembelajaran bauran (blended learning) atau (hybrid learning).

Program Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI): rogram Pekerti ditujukan untuk dosen pemula agar menguasai konsep-konsep dasar dalam pembelajaran dan memiliki kemampuan mengajar yang memadai. Applied Approach (AA): program yang ditujukan untuk dosen senior agar memiliki wawasan dan ketrampilan untuk mengembangkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa.