Luaran kegiatan: peserta mampu merancang dan melaksanakan blended-learning berbasis SCL

Salah satu jenis bahan ajar ialah buku ajar. Buku ajar ialah bahan ajar yang ditulis oleh dosen sebagai pegangan mahasiswa untuk belajar suatu mata kuliah dan sudah diterbitkan. Buku ajar, di samping sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah seorang dosen sebagai peneliti, pengabdi kepada masyarakat, serta pendidik juga merupakan bentuk disimilasi ilmiah untuk suatu bidang ilmu.

Sebagai salah satu jenis bahan ajar, buku ajar memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses pembelajaran karena dapat menjadi sumber referensi dan materi pengayaan suatu mata kuliah. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran mandiri sebagai wujud pelaksanaan pembelajaran SCL akan dapat terlaksana dengan baik.

Dengan demikian, harapan bahwa setiap dosen dapat mengembangkan bahan ajarnya, baik berupa modul pembelajaran, modul e-learning, diktat, penuntun praktikum dapat ditingkatkan menjadi buku ajar serta diterbitkan oleh satu penerbit. Kendala yang dihadapi pada saat ini ialah pembiayaan dalam penyusunan dan penerbitannya. Oleh karena itu hibah penyusunan buku ajar penting untuk disediakan.


Kebijakan Ditbelmawa tentang pengembangan pembelajaran dinyatakan sebagai berikut ini. Saat ini perguruan tinggi dihadapkan pada era industri 4.0 dimana metode pembelajaran yang digunakan diharapkan merupakan kombinasi pembelajaran konvensional berbasis kelas dan pembelajaran daring (online) yang menggunakan teknologi informasi, yang dikenal dengan pembelajaran bauran (blended learning) atau (hybrid learning).

Program Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI): rogram Pekerti ditujukan untuk dosen pemula agar menguasai konsep-konsep dasar dalam pembelajaran dan memiliki kemampuan mengajar yang memadai. Applied Approach (AA): program yang ditujukan untuk dosen senior agar memiliki wawasan dan ketrampilan untuk mengembangkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa.