Mata Kuliah ini membahas tentang konsep di bidang kesehatan lingkungan dalam rangka mempertahankan dan meningkatan status kesehatan masyarakat

Manajemen Penyakit berbasis wilayah Pesisir dan Kepulauan adalah suatu mata kuliah yang membuat suatu perencanaan dan pengendalian kasus penyakit termasuk pengendalian faktor resiko yang dilakukan secara terintegrasi pada wilayah pesisir dan kepulauan. Materi pembelajarannya terbagi dalam beberapa konsep seperti ;1. Konsep kesehatan masyarakat di daerah pantai dan pesisir (batasan & ruang lingkup daerah pesisir &kepulauan, Konsep terjadinya penyakit,studi kasus masalah kesmas di daerah pantai & pesisir), 2. Konsep penyakit Menular (Batasan, komponen penting, rantai penularan, wabah &KLB), 3.Konsep penyakit tidak menular (Batasan & konsep, komponen penting & konsep terjadinya penyakit), 4. Konsep dasar tentang pembangunan wilayah, 5.Penentuan wilayah & Identifikasi prioritas masalah & modeling, melakukan rencana kegiatan, pembiayaan dan audit. 

Era globalisasi saat ini telah menimbulkan berbagai perubahan ke arah lebih baik, namun juga menghadirkan tantangan bagi dunia. Perubahan yang nyata tampak dari batas negara yang semakin ‘tak terlihat’ karena dapat dicapai dan dilintasi dengan cepat dan mudah, di bidang transportasi dan komunikasi telah berkembang dengan teknologi yang semakin cepat, bidang perdagangan semakin meluas dan terbuka, di bidang ekonomi semakin menunjukkan kegiatan berbisnis yang transparan dan semakin bebas, serta manajemen yang semakin efisien dan efektif dan mengutamakan kualitas. Di bidang industri, globalisasi telah menyebabkan keluar masuk produk antar negara lebih cepat, lebih bersaing, dan lebih ketat dalam ketentuan dan standar yang ditetapkan.

            Tantangan globalisasi ini menghadirkan pula lahirnya isu-isu dan membuka wawasan lebih luas perihal hak asasi manusia, persamaan gender, demokrasi dan penyelamatan lingkungan. Hal-hal menyangkut kepentingan dan keselamatan manusia menjadi perhatian besar sehingga faktor-faktor resiko yang dapat mengenai banyak orang tidak dapat diabaikan begitu saja.

            Berbagai perubahan dan tantangan dalam dunia industri dan pekerjaan menimbulkan terjadinya kondisi yang lebih kompetitif, persaingan secara terbuka, adanya saling ketergantungan hubungan antar satu bidang dengan bidang lainnya, kompetensi lebih diakui dan diperlukan, serta proses produksi yang efektif. Kondisi tersebut jelas memerlukan kegiatan tenaga kerja yang lebih, baik kuantitas dan kualitasnya, sehinnga barang dan jasa yang dihasilkan akan bermanfaat bagi manusia dan tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.

            Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) semakin penting dan menjadi standar yang perlu dilengkapi dalam dunia kerja, untuk mengotimalkan proses kerja serta mengupayakan faktor resiko yang seminimal mungkin dari semua tahap produksi. Apabila dari pemilihan bahan baku, proses produksi sampai kepada distribusi hasil dapat dikelola dengan standar K3 yang baik, maka diyakini bahan yang dihasilkan berkualitas tinggi dan dapat diakui serta dipasarkan secara luas.

            Berbagai kesepakatan yang bersifat regional dan multilateral di dunia internasional seperti Asia Free Trade Area (AFTA) yang berlaku sejak tahun 2003, Asia Pasific Economic Committee (APEC) tahun 2005 serta World Trade Organization (WTO) sekitar tahun 2020 telah mensyaratkan dunia usaha dan kerja untuk menempatkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja menjadi standar sekaligus tuntutan dalam perindustrian dan perdagangan global. Hasil produksi yang telah memenuhi standar internasional tersebut yang dapat dipasarkan secara luas dan terbuka. Banyak negara semakin meningkatkan kepedulian dan kegiatan K3 karena mau tidak mau produk yang dipasarkan haruslah yang memenuhi syarat K3 secara internasional.

            Berkaitan dengan upaya penerapan K3, maka kebijakan K3 menjadi upaya dalam mengantisipasi perkembangan perindustrian dan perdagangan dalam negeri untuk dapat berkompetisi di dunia, sekaligus dalam menyikapi isu hak asasi manusia dan perlindungan tenaga kerja. Standar K3 menjadi hal yang terus disosialisasikan dan dipromosikan kepada semua industri dan institusi terkait sehingga pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja terus dikembangkan dan disebarluaskan.

            Penerapan K3 di Indonesia terkait dengan pelaksanaan Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja serta Keselamatan Kerja (Hiperkes dan KK). Penerapan Hiperkes dan KK bagi industri untuk meningkatkan produktivitas kerja tenaga kerja serta kualitas hasil produksi yang lebih tinggi, sedangkan penerapan di masyarakat dan tenaga kerja untuk lebih membudayakan K3 dalam lingkungan kerja, manajemen dan tenaga kerja itu sendiri sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, dan dengan sendirinya dapat pula meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan kualitas hasil produksinya.

K3 bersifat universal karena menjadi kebutuhan yang sama bagi manusia dan negara di dunia ini, bersifat spesifik dalam arti masyarakat pekerja, serta bersifat multidisipliner karena dalam penerapannya membutuhkan berbagai keahlian. Dalam penerapan K3 tidak dapat dilaksanakan atau dibebankan semata-mata pada satu bidang keahlian, namun perlu berinteraksi dan menjadi team work untuk mengatasi permasalahan di dunia kerja.

            Krisis ekonomi global memberikan dampak adanya sebagian besar perusahaan bergabung ataupun harus tutup, jumlah pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi meningkat. Disisi lain kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) semakin tinggi serta pelaksanaan program K3 semakin menurun. Hal ini perlu ditangani dengan baik terkait akan turut melemahkan sendi kehidupan bangsa. Untuk itu pemerintah telah menyusun rencana strategis (Renstra) ataupun program pembangunan nasional terkati penanganan hal ini.

            Upaya yang perlu dilakukan kini diantaranya; penetapan undang-undang dan peraturan atau standar yang menjadi pedoman pelaksanaan K3; pembinaan, pengawasan, dan penyuluhan K3 pada semua industri; penyediaan sumber daya manusia seperti ahli K3 dan spesialisasi K3, serta penerapan manajemen K3 sesuai aturan yang berlaku.

 


Mata Kuliah ini mempelajari tentang dasar - dasar imunologi, kaitan antara zat gizi dengan fungsi imunitas tubuh.

Peserta kuliah ini mendapat kesempatan mengenal penggunaan biostatistik
dalam penelitian kesehatan masyarakat, baik yang dilaksanakan dalam setingan klinik
ataupun populasi. Sejumlah prosedur statistik yang relevan untuk riset kesehatan
akan didiskusikan selama tutorial. Pemahaman yang diperoleh akan
memberikan peserta kemampuan merancang penelitian yang memperhatikan
konsekuensi desain terhadap jenis analisis data dan sebaliknya. Peserta juga
berkesempatan mengenal penggunaan software statistik dalam analisis data.
Hal ini menjadi bagian penting penguraian materi, mengingat penerapan
biostatistik dalam penelitian kedokteran sekarang ini sangat bersandar kepada
penggunaan komputer dan aplikasi statistik.


Tujuan Pembelajaran:
Pada akhir kuliah, peserta mampu:

  • Menentukan populasi dan sampel yang sesuai dengan pertanyaan
  • penelitian
  • Memilih metode pengambilan data (sampling) dan alokasi perlakuan
  • (treatment allocation) berdasarkan rancangan analisis data
  • Menerapkan peringkasan dan penyajian data yang sesuai dengan tipe
    variabel
  • Menetapkan jenis prosedur statistik untuk data yang ada dan
    pertanyaan penelitian yang hendak dijawab
  • Menggunakan aplikasi komputer untuk analisis data penelitian.

Software Statistik:
Aplikasi statistik merupakan alat bantu penting dalam analisis data dewasa
ini. Penggunaannya hampir tidak terelakan dalam penerapan biostatistik
pada penelitian kedokteran dan kesehatan. Sebab itu, peserta disarankan
meng-install salah satu software statistik ke dalam komputernya selama
mengikuti kuliah. Berhubung banyaknya pilihan yang ada, tutor memilih
PSPP sebagai software acuan untuk memudahkan pemberian materi. Peserta
yang memiliki software lain, seperti R, SPSS, SAS, Stata, Minitab, JMP,
EpiInfo, atau lainnya dapat menghubungi tutor untuk petunjuk khusus.
PSPP adalah aplikasi software gratis untuk analisis data, yang ditujukan
sebagai alternatif IBM SPSS Statistics. Software ini memiliki graphical user
interface dan command-line interface, serta penggunaannya sangat mirip
dengan SPSS. PSPP juga dapat membuka dan menyimpan le data SPSS.
Aplikasi software ini dapat didownload di
https://www.gnu.org/software/pspp/get.html
ataupun
http://pspp.awardspace.com/
setelah memilih le yang sesuai untuk sistem operasi komputer (Windows,
iOS Mac, atau Linux).

Komponen Penilaian:
30% quiz dan tugas, 30% ujian mid semester, 40% ujian akhir semester.

Nilai Akhir:
85 - 100 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A
70 - 84 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B
55 - 69 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C
40 - 54 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D
< 40 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E

Capaian Pembelajaran:
1. Menguasai Permasalahan Gizi pada Masyarakat
2. Menguasai Cara Penilaian Status Gizi pada Masyarakat
3. Menguasai Siklus Gizi pada Masyarakat
4. Mampu Mengidentifikasi Masalah Gizi pada Masyarakat

Matakuliah ini membahas tentang konsep dasar, ukuran-ukuran epidemiologi, konsep skrinning dan investigasi wabah serta penerapan prinsip epidemiologi pada permasalahan gizi masyarakat

Mata kuliah ini membahas tentang konsep dasar surveilans, metode dan riset surveilans penyakit menular dan tidak menular dan penyusunan laporan/ artikel hasil surveilans epidemiologi penyakit

Sistem informasi kesehatan adalah sejumlah komponen dan prosedur yang terorganisir dengan tujuan untuk menghasilkan informasi untuk meningkatkan keputusan manajemen pelayanan kesehatan pada setiap tingkat sistem kesehatan. Bacaan ini sangat berguna dan bermanfaat bagi paramedis, dokter, pengelola rumah sakit, mahasiswa dan semua yang termasuk dalam  tenaga kesehatan sehingga dapat menciptakan suatu pelayanan kesehatan yang prima. Oleh karena itu dalam merancang kembali sistem informasi kesehatan dibutuhkan penekanan dan pengaturan yang sistematis di setiap komponen  proses informasi maupun  dalam manajemen sistem informasi tersebut.


Mata kuliah Epidemiologi Penyakit Menular memberikan pengetahuan dan pemahaman konsep menganai penularan penyakit yang umumnya terjadi di masyarakat. Pembahasan dalam perkuliahan meliputi pengertian konsep epidemiologi penyakit menular, pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, contoh kasus penyakit vector borne disease, water and food borne disease, air born disease, sexual transmitted disease, PD3I, new emerging disease, neglected disease.