Pada mata kuliah ini, mahasiswa belajar tentang  kemahiran mewujudkan teks sebagai bentuk terlengkap komunikasi berbahasa yang di dalamnya sivitas akademik terampil memroduksi dan menggunakan teks sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Mahasiswa belajar didahului dengan pemahaman tentang kedudukan dan fungsi bahasa, selanjutnya penerapan PUEBI pada jenis teks, baik genre makro: surat, ulasan buku, proposal, laporan hasil, kutipan/catatan kaki,  dan artikel maupun genre mikro: deskripsi, laporan, prosedur, eksplanasi, eksposisi, diskusi, naratif, dll.

Mata kuliah ini membahas komunikasi lintas budaya dan lintas negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Setelah mengambil mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis konsep dan elemen budaya yang memengaruhi kemampuan berkomunikasi antar budaya dan negara dan membandingkannya dengan nilai budaya mereka sendiri. Mahasiswa dengan demikian akan mampu menggunakan pemahaman tersebut untuk dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang yang memiliki nilai budaya yang berbeda dengan budaya mereka. 

This course introduces students to teach the four English skills (listening, speaking, reading, and writing skills) effectively. It starts with the basics of teaching and goes on to briefly discuss approaches to teaching the skills in general. It continues to present the process and methods of teaching each of the four skills, coupled with the current ELT issues such as the teaching of English as an international language/lingua franca. It then focuses on how to develop the teaching process/methods into detailed lesson plans, which will finally be presented to the class as micro-teaching practices.


Mata kuliah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata kuliah kepribadian yang diajarkan di perguruan tinggi. Mata kuliah ini tergolong Mata Kuliah Wajib Umum (MKDU) dengan beban kredit 2 SKS.Penyelenggaraan mata kuliah Bahasa Indonesia di perguruan tinggi mengupayakan peningkatan penghayatan mahasiswa agar mampu menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan hilangnya fungsi bahasa Indonesia di masyarakat. Dengan sikap itu, mahasiswa mampu menempatkan diri sebagai cerminan bangsa yang cerdas dalam pergaulan dunia global.